DIGITALISASI BISNIS TRADISIONAL

Digitalisasi berawal dari sistem numerik yang dibuat oleh Gottfried Wilhelm Leibniz dankemudian berkembang menjadi sistem komputer elektromekanis yang pertama kali dibuat pada tahun 1939. John Atanasoff menciptakan teknologi komputer pada tahun 1950, yang mendorong proses digitalisasi yang sangat besar. Munculnya komputer dengan merk Simon pada tahun 1950, Apple II pada tahun 1977, dan PC IBM pada tahun 1981 menandai proses digitalisasi secara cepat ini. Vogelsang (2010) Dengan berkembangnya teknologi komputer, internet, atau World Wide Web, menjadi jaringan tak terbatas yang melampaui batas ruang, dimensi, skala, dan kecepatan, dan menjadi kekuatan digitalisasi global. Proses berlangsung secara digital di komputer setiap orang saat sinyal dari pengirim dikirim ke penerima dalam bentuk paket melalui internet.

Bisnis yang dilakukan secara tatap muka di pasar merupakan bentuk pasar yang dikenal secara awam oleh masyarakat. Pasar adalah tempat di mana penjual dan pembeli bertemu. Pada awalnya, pasar ini dilakukan secara tradisional dengan melakukan transaksi secara langsung dan bertatap muka, tetapi kemudian berkembang menjadi pasar yang lebih canggih di mana transaksi dilakukan secara tunai dan melibatkan pihak ketiga, seperti bank. Pada pasar tradisional, barang-barang dagangan dijual di kios sederhana, los, atau dasaran terbuka (lesehan). Kemudian, pasar modern dengan sistem transaksi yang dilakukan secara tidak langsung mengubah bentuk pasar tradisional menjadi pasar modern. Di pasar modern, barang-barang yang diperjual-belikan disusun berdasarkan jenis masing-masing barang. Menurut Ariani dan Nurcahyo (2014) Saat ini, telah terbukti bahwa digitalisasi bisnis sangat penting untuk kesuksesan perusahaan. Ini terjadi saat sebuah bisnis memulai.

Digitalisasi menjadi sangat penting bagi bisnis saat ini. Digitalisasi otomatis mengubah model bisnis pengusaha dan cara masyarakat berinteraksi dan bekerja dengan kliennya. Selain itu, diyakini bahwa integrasi teknologi secara digital dapat meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kepuasan konsumen, dan membuka peluang bisnis atau usaha baru yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan karena ketiadaan internet. Digitalisasi bisnis memiliki banyak manfaat, seperti otomatisasi pekerjaan yang lebih baik, prosedur pekerjaan yang lebih sederhana, dan adanya big data yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. Agar tetap kompetitif dalam dunia bisnis dan ekonomi yang terus berubah, dunia usaha harus digitalisasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. (Verhoef, dkk 2021).

Pada tahun 2000 an,digitalisasi berkembang sangat pesat, dan banyak organisasi, termasuk pemerintah, mulai menggunakan teknologi digital dalam operasi mereka. Dengan peningkatan jumlah pengguna internet, tarif yang cukup mahal mulai bias diakses oleh seluruh masyarakat.Untuk meningkatkan peluang ekonomi, para pelaku ekonomi dan pelaku usaha semakin menyadari pentingnya teknologi dalam pengembangan